Laporan dibuat lebih mudah dimulai
Siswa tidak selalu tahu apakah yang dialami sudah termasuk bullying. Karena itu BeraniCerita menyediakan pilihan korban, saksi, atau belum yakin, lalu membantu menyusun cerita secara bertahap.
About
Aplikasi ini membantu sekolah menerima laporan lebih awal, memprioritaskan kasus yang mendesak, dan menjaga tindak lanjut tetap terdokumentasi. Bukan untuk menggantikan konselor, psikolog, atau prosedur perlindungan anak.
Siswa tidak selalu tahu apakah yang dialami sudah termasuk bullying. Karena itu BeraniCerita menyediakan pilihan korban, saksi, atau belum yakin, lalu membantu menyusun cerita secara bertahap.
AI dan skor urgensi hanya membantu membaca sinyal awal. Tindak lanjut, verifikasi, komunikasi orang tua, dan eskalasi tetap berada di tangan Guru BK serta SOP sekolah.
Dashboard menampilkan lokasi rawan, kelas yang perlu dipantau, tren check-in, dan laporan prioritas agar sekolah bisa bertindak lebih cepat dan lebih terarah.
Status laporan, catatan follow-up, tanggal tindak lanjut, dan eskalasi dibuat rapi supaya kasus tidak hilang di chat pribadi atau ingatan satu orang.
Versi ini memakai data demo SMA Nusantara, Supabase schema/RLS, dan Groq-powered tempat cerita untuk memperlihatkan alur produk end-to-end.