PrototypeBeraniCerita saat ini masih MVP demo dengan data mock. Fitur Supabase dan Groq disiapkan untuk simulasi presentasi, bukan data sekolah asli.

Privacy

Data bullying harus diperlakukan sebagai data sensitif, bukan sekadar isi form.

BeraniCerita dirancang dengan pemisahan akses antara siswa, Guru BK, dan admin sekolah. Tujuannya sederhana: laporan bisa ditindaklanjuti tanpa membuka informasi lebih luas dari yang diperlukan.

Siswa hanya melihat laporannya sendiri

Riwayat laporan siswa lain tidak muncul di dashboard siswa. Halaman siswa hanya menampilkan status dan detail laporan miliknya.

Catatan Guru BK tidak dibuka ke siswa

Follow-up note, rencana tindakan internal, dan catatan eskalasi disimpan sebagai ruang kerja Guru BK, bukan konten publik untuk siswa.

Akses dibatasi berdasarkan sekolah

Guru BK dan admin hanya bekerja pada data sekolahnya sendiri. Struktur RLS Supabase disiapkan agar akses mengikuti role dan school_id.

AI tidak menjadi pengambil keputusan

Groq-powered tempat cerita membantu menyusun cerita dan ringkasan. AI tidak mendiagnosis, tidak mengganti konselor, dan tidak menentukan sanksi.

Catatan teknis

Schema dan Row Level Security tersedia di folder Supabase. Service role key tidak digunakan di frontend.

Siapkan sekolah